WELCOME

Jadikan Hidup Anda Lebih Baik Dan Bermanfaat Bagi Orang Lain

Senin, 28 Mei 2012

Materi Teori Perdagangan Internasional


TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL
1. Absolute Advantage dari Adam Smith
Teori Absolute Advantage atau keunggulan mutlak lebih mendasarkan pada besaran/variabel riil bukan moneter sehingga sering dikenal dengan nama teori murni (pure theory) perdagangan internasional. Murni dalam arti bahwa teori ini memusatkan perhatiannya pada variabel riil seperti misalnya nilai suatu barang diukur dengan banyaknya sumber daya yang dipergunakan untuk menghasilkan barang. Makin banyak sumber daya yang digunakan akan makin tinggi nilai barang tersebut. Jadi, suatu negara disebut memiliki keunggulan mutlak dari negara lain jika negara tersebut mampu memproduksi lebih banyak dari negara lain dengan sumber daya yang sama. Perhatikan contoh di bawah ini:
Negara
Hasil produksi / Jenis Barang
Kursi rotan
Kalkulator
Indonesia
40
8
Jepang
20
20
Jumlah
60
28
Catatan:  Produksi dengan jumlah sumber daya yang sama yang digunakan dalam satu bulan.
Sumber: Hasil olahan sendiri
Berdasarkan contoh di atas dapat terlihat bahwa Indonesia lebih unggul memproduksi kursi rotan disbanding dengan Jepang. Hal ini terlihat dari jumlah produksi Indonesia sebesar 40 unit sedangkan Jepang hanya 20 unit. Oleh sebab itu, sumber daya yang ada di Indonesia digunakan seluruhnya untuk memproduksi kursi rotan sehingga jumlah produksi kursi rotan menjadi 80 unit.
Sedangkan negara Jepang lebih unggul dalam memproduksi kalkulator. Hal ini dapat terlihat dari jumlah produksi kalkulator Jepang sebesar 20 unit sedangkan Indonesia hanya 8 unit. Sama halnya dengan sebelummnya, maka Jepang lebih mengutamakan penggunaan seluruh sumber daya untuk menghasilkan kalkulator sehingga menjadi 40 unit seperti pada table berikut: 
Negara
Hasil produksi / Jenis Barang
Kursi rotan
Kalkulator
Indonesia
80
-
Jepang
-
40
Jumlah
80
40
Berdasarkan table di atas dapat dilihat jumlah total produksi meningkat menjadi 80 unit kursi rotan dan 40 unit kalkulator yang sebelumnya hanya 60 unit kursi rotan dan 28 unit kalkulator. Berdasarkan hasil tersebut dapat dirasakan adanya manfaat perdagangan internasional berdasarkan teori keunggulan mutlak adalah penambahan total produksi.
2. Comparative Advantage Dari David Ricardo
Dua negara akan tetap melakukan pertukaran melalui perdagangan internasional walaupun salah satu negara mempunyai semua keunggulan dengan melihat keunggulan relatifnya. Keunggulan relatif adalah perbandingan opportunity cost suatu kegiatan dalam menghasilkan suatu barang dengan mengorbankan barang lain. Perhatikan contoh di bawah ini:
Negara
Hasil produksi / Jenis Barang
Opportunity Cost
Wol
Katun
Indonesia
5
10
1 : 2
Australia
15
12
5 : 4
Jumlah
20
22

Berdarkan teori keunggulan mutlak maka kedua negara tidak perlu melakukan perdagangan atau pertukaran. Namun berdasarkan teori keunggulan komparatif yang melihat pada opportunity cost dari kedua negara. Berdasarkan opputunity cost tersebut maka Indonesia berspesialisasi pada produksi katun sedangkan Australia berspesialisasi pada produksi wol sehingga terjadi perubahan jumlah produksi seperti tabel berikut:
Negara
Hasil produksi / Jenis Barang
Wol
Katun
Indonesia
-
20
Australia
30
-
Jumlah
30
20
Berdasarkan table di atas dapat terlihat terjadi peningkatan produksi pada wol dari 20 unit menjadi 30 unit walaupun terjadi penurunan produksi pada katun dari 22 unit menjadi 20 unit namun secara keseluruhan atau dari dua produk tersebut terjadi peningkatan dari 42 unit menjadi 52 unit. Jadi, berdasarkan teori keunggulan komparatf perdagangan dapat terjadi dengan memperhatikan opportunity cost dari produksi kedua negara yang hasilnya bermanfaat untuk meningkatkan produksi total kedua negara setelah berspesialisasi dan berdagang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar